EIGER BLACK BORNEO EXPEDITION 2016

EIGER Black Borneo Expedition adalah sebuah perjalanan ekspedisi dan penjelajahan ekstrem yang dicetuskan oleh EIGER di kawasan hutan hujan tropis Borneo. Ekspedisi ini dilakukan oleh tim EIGER bersama dengan para pegiat petualangan alam bebas. Ekspedisi Black Borneo yang pertama dilakukan pada 19 – 29 April 2015 lalu di Kawasan Karst Merabu dan sekitarnya di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Ekspedisi ini dinamakan “Black Borneo” karena¬†penjelajahan dilakukan di wilayah hutan hujan tropis Kalimantan yang diperkirakan jarang dijamah manusia atau lebih dikenal sebagai wilayah “hitam”. Di Kalimantan terdapat beberapa wilayah hutan hujan tropis yang masih belum tereksplorasi dan belum diketahui pasti potensi apa yang ada, sehingga tim berusaha untuk mengenali karakteristik dan melakukan pendataan kekayaan alam sekitar.

Pada ekspedisi kedua kali, dipilih kawasan hutan hujan tropis di Kalimantan Timur, tepatnya di Gunung Beriun. Daerah ini termasuk kedalam sub kawasan Karst (pegunungan kapur) Sangkulirang yang meliputi Gunung Beriun, Batu Gergaji, Batu Tutunambo, Batu Tondoyan, dan Batu Pangadan. Gunung Beriun merupakan satu-satunya puncakan berkontur tanah sehingga potensial mengandung keanekaragaman hayati khas hutan hujan tropis Indonesia. Kawasan Gunung Beriun ini diperkirakan belum teridentifikasi secara menyeluruh karena belum ada informasi yang valid tentang kegiatan penelusuran di kawasan ini.