Mamay S. Salim

Mamay S. Salim

Kang Mamay lahir di Bandung, 27 Februari 1953. Saat ini beliau menjabat Pimpinan EIGER Adventure Service Team, juga Kepala Bidang Panjat Tebing Alam PP FPTI. Selain itu, beberapa kali menduduki posisi Manajer Tim Panjat Tebing Indonesia dalam berbagai kejuaraan tingkat dunia. Sampai sekarang masih aktif sebagai Instruktur Kepala di Perguruan Memanjat Tebing Skygers Indonesia dan staf ahli di Badan SAR Nasional (BASARNAS).

Djukardi ” Bongkeng” Adriana

Djukardi ” Bongkeng” Adriana

Akrab disapa Kang Bongkeng, lahir di Bandung, 1 September 1951. Hingga kini beliau masih aktif sebagai penggiat alam terbuka. Pengalamannya dimulai pada tahun 1973 sebagai anggota Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung WANADRI kemudian sempat mengikuti ekspedisi pendakian puncak tertinggi di 5 negara Eropa Barat. Dari tahun 1999 hingga kini beliau menjabat sebagai Ketua Korps Pelatih PP FPTI dan Kepala Sekolah MJC EAST.

Iwan “Kweceng” Irawan

Iwan “Kweceng” Irawan

Iwan ‘Kweceng’ Irawan lahir di Bandung, 27 Juni 1972 mengawali pengalaman pada dunia petualangan dengan mengikuti Pendidikan Dasar WANADRI dan Sekolah SAR WANADRI. Aktif juga sebagai pemanjat tebing dan pendaki gunung. Pada tahun 2004 Beliau juga pernah mengikuti Ekspedisi Carstensz Pyramid, Pegunungan Jayawijaya, Papua serta aktivitas lainnya, kini ia tercatat sebagai Seven Summiter di Indonesia setelah menyelesaikan tujuh puncak tertinggi di dunia pada tahun 2012.

Galih Donikara

Galih Donikara

Lahir di Bandung pada 19 Agustus 1965, pria yang akrab disapa Kang Galih ini tercatat sebagai anggota Sispala Salamander SMA BPI, Mapala HIMAPA STIE YPKP Bandung, kemudian beliau mengikutipendidikan dasar WANADRI pada tahun 1989. Beliau kemudian berhasil mendaki 6 Puncak Jayawijaya, kemudian Mt Everest, Mt Damavand, Vinson Masiv, dan mendaki North East Side Everest,dan terlibat dalam pendataan 92 Pulau Terdepan Indonesia.

Rudi Firdaus

Rudi Firdaus

Lahir di Bandung, 24 Februari 1972, beliau aktif di dunia outdoor sejak masih menempuh pendidikan menengah atas, pada saat bergabung dengan Sispala TAPA SAMIDA SMU PGII 1 Bandung, menjadi anggota MAPERPA, Universitas Winaya Mukti, aktif di Outdoor Activity Foundation SAVARA, AKTA DUA Foundation, mengikuti KARST and Cave Technical Speleologi Technic, Gladan Panji Geografi, KOPASSUS, Indonesian National Army.

EIGER BLACK BORNEO EXPEDITION 2016

EIGER Black Borneo Expedition adalah sebuah perjalanan ekspedisi dan penjelajahan ekstrem yang dicetuskan oleh EIGER di kawasan hutan hujan tropis Borneo. Ekspedisi ini dilakukan oleh tim EIGER bersama dengan para pegiat petualangan alam bebas. Ekspedisi Black Borneo yang pertama dilakukan pada 19 – 29 April 2015 lalu di Kawasan Karst Merabu dan sekitarnya di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Ekspedisi ini dinamakan “Black Borneo” karena¬†penjelajahan dilakukan di wilayah hutan hujan tropis Kalimantan yang diperkirakan jarang dijamah manusia atau lebih dikenal sebagai wilayah “hitam”. Di Kalimantan terdapat beberapa wilayah hutan hujan tropis yang masih belum tereksplorasi dan belum diketahui pasti potensi apa yang ada, sehingga tim berusaha untuk mengenali karakteristik dan melakukan pendataan kekayaan alam sekitar.

Pada ekspedisi kedua kali, dipilih kawasan hutan hujan tropis di Kalimantan Timur, tepatnya di Gunung Beriun. Daerah ini termasuk kedalam sub kawasan Karst (pegunungan kapur) Sangkulirang yang meliputi Gunung Beriun, Batu Gergaji, Batu Tutunambo, Batu Tondoyan, dan Batu Pangadan. Gunung Beriun merupakan satu-satunya puncakan berkontur tanah sehingga potensial mengandung keanekaragaman hayati khas hutan hujan tropis Indonesia. Kawasan Gunung Beriun ini diperkirakan belum teridentifikasi secara menyeluruh karena belum ada informasi yang valid tentang kegiatan penelusuran di kawasan ini.